"Boleh kau beritahu aku bagaimana untuk kembali percaya?", bisik Maria pada kelip-kelip lampu yang dia anggap bintang.
Biasalah hidup kawasan urban penuh dengan bangunan pencakar langit. Jika punya kawasan lapang berbumbungkan langit pun pasti ditutup jerebu. Iya, waktu malam juga punya jerebu. Itu sajalah bintang terdekat yang Maria boleh dapat. Cumanya malam itu Maria bertuah sebab tak hujan. Mungkin kalau hujan, berhujan juga matanya.
Lama Maria duduk termenung sampai perutnya berbunyi kelaparan. Lalu, dia buat keputusan untuk pulang sambil mengulangi persoalan yang sama kepada dirinya. Bingung Maria dibuatnya. Entah bingung sebab lapar, atau pun sebab tak lagi percaya.
Moga bingung itu sementara.
Kasihan Maria.
So we fight through the hurt ,
And we cry and ,
And we live and we learn ,
And we try and try and try and try.
No comments:
Post a Comment