23.8.15

Debar

Menghadapi situasi kejatuhan ekonomi negara seolah mendebarkan.

Rata-rata mulai risau dengan kejatuhan matawang Malaysia.

Allahu.
Moga kita dipersiapkan dengan cara terbaik untuk menghadapi saat kejatuhan. (Minta dijauhkan)

Sekarang bukanlah masa untuk hidup dengan sikap tak peduli.

22.8.15

In Sha Allah

Kebelakangan ini aku seringkali memenangkan ego dalam satu hal ini.


Aku terlupa untuk menyebut in sha Allah dan bila teringat aku membiarkan perihal itu seolah tak mengapa...urusan itu pasti akan berjalan lancar.

Tak lama kemudian, urusan yang dipersebutkan tidak berjalan seperti yang dijangka.
I laughed to myself.

Dan berkata dalam hati.. "ha kan.. berlagak sangat tak include Allah's will in your business...kan dah tak jadi.."

Since that, I started to always say.."Insya Allah" dan hati benar-benar mahu keizinanNya atas segala urusan supaya membawa kebaikan pada diri dan urusan tersebut.


Urusan yang tak jadi itu. Tak mengapa. Atas aturanNya juga. Berlapang dada sajalah. Cuma lebih berhati-hati untuk berkata atas perihal urusan yang melibatkan masa depan.


ya la, siapa kita untuk confirm benda tu akan jadi kan?
How sweet when He remind us in this kind of little ways.


17.8.15

Tiada

Tiada harapan yang dia pegang. Selagi tak tertunai kata. Kerana sudah terlalu banyak janji yang tak dikota.



12.8.15

#1 : Diri

"Dia nak jadi mat saleh, jadilah..tapi akar rambutnya tetap hitam..."

Tenang Azam menjawab dalam kekecohan antara rakannya.


2.8.15

Clash-ing

You choose to hold on to the uncertainty and I choose to move forward into reality.

That's the moment you've lost me.

I hope you find your way to happiness.